Friday, May 29, 2020

Ambivalent Ideal, Observasi Asa (who knows)

Selamat malam teman-teman!




Apa kabarnya nih kalian Peeps? Piye kabare? Aku harap semua safe ya tetep diem ajah di rumah, sampe pandemi top markotop global ini bener bener stop forever (totally, we are so getting sick of this one..)


Berhubung ada satu topik yang memang based on myobservation (through experiences),
masalah percintaan nih.
Ada yang udah punya pacar? (ga nanya yang udah menikah lho ya)
Aku mau nanya nih, niat kalian pacaran itu apa sih?
Mungkin untuk kebanyakan cewek, selalu punya tujuan akhir. Yap! Pernikahan.
Buat sebagian lagi mungkin hanya ingin ambil have fun nya aja.
Untuk cowok, hal ini malahan menjadi kebalikan lho! Karena rata-rata, banyak sekali cowok
yang memang belum ingin berkomitmen ke hasil akhir (banyak faktor, seperti kematangan
emosional, kematangan finansial, strata dalam masyarakat, dan masih banyak hal yang lainnya)

Usia Cewek dan Cowok berdasarkan tingkat kematangan pada umumnya (sampe usia 25 ajah yaaa) :


CEWEK 17-25
Usia 17:
1. Selalu penasaran dan ingin mencoba hal baru
2. Innocence
3. Lagi seneng main main
4. Labil parah
Usia 18:
1. Mulai muncul sedikiiiiiiiittt kesadaran
2. Sejauh ini masih sama seperti usia 17
Usia 19:
1. Mulai pengen coba coba nakal (miras, dugem, sex, dll)
2. Ingin di akui eksistensinya
3. Punya banyak teman
Usia 20:
1. Terbiasa dengan keadaan nakal dan bandel sebelumnya
2. Masa bodoh terhadap sekitar
3. Lagi panas panasnya (if you know what i mean, :smirk:)
Usia 21:
1. Mulai tertampar sedikit
2. Mulai fokus
3. Masa pencarian jati diri
Usia 22:
1. Ideeem sama kaya usia 21
2. Terbersit masa depan
Usia 23:
1. Mulai mencari zona nyaman
2. Terbuka lebar pikirannya
3. Masih pencarian jati diri, dengan adanya kesadaran terhadap eksistensi diri
Usia 24: 
1. Berpikir untuk lebih serius menjalani kehidupan lagi, terutama masa depan
2. Cari-cari info tentang pernikahan, resep masak, kehidupan keluarga dan softskill lain yang berkaitan dengan "marriage"
3. Mulai berpikir, kalo nyaman bukanlah segalanya. Tapi relationship butuh juga kata "aman" dan juga "komitmen"
4. Batin tenang tapi pikiran gelisah
Usia 25:
1. "Mati" (nanti dijelasin di bawah )

Nah itu buat cewek, cuma sampe 25 aja dulu yaa... 
Kalo ada banyak requestan, nanti kita continue...
Let's get started sama yang cowok..


COWOK 17-25
Usia 17:
1. Usia penasaran
2. Fokus sama temen temen
3. Fokus hobby
Usia 18:
1. Fokus hobby
2. Penasaran terhadap cewek
3. Usia solidaritas nih!
Usia 19:
1. Lagi seneng senengnya nongkrong
2. Udah ga aneh sama miras atau rokok bahkan cewek
3. Nyobain semua (eksploring hal yang dilarang)
4. Usia kabur kaburan
Usia 20:
1. Mulai memperhatikan penampilan fisik
2. Minderan
3. Galau melanda
Usia 21:
1. Ga bisa diem
2. Hobi ngetrekin cewek atau "catcalling"in cewek
3. Lagi pengen di manja
Usia 22:
1. Puncak keegoisan dan keangkuhan
2. "Diam tertindas atau bangkit melawan" (ada yang tau semboyan apa nih hhe)
3. Banyak maunya
Usia 23:
1. "Berantem", setidaknya bikin dia paham arti dari baikan. At least, eeeh di ulang lagi. Sadarnya, tobat tobat sambel (jangan lupa kasih krupuk
2. Seneng eksploring tempat (jalan jalan atau juga ikutan touring
3. Bosenan
Usia 24:
1. Mulai terpikir sedikiiiiiit banget buat cari jati diri
2. Still nyantuy
3. Masih cari cewek dengan prinsip "yang penting enak.." Masih belum paham, mana nyaman dan mana aman.
Usia 25:
1. "Omae wa mou shindeiru, but, gue belum. Enak aja mati ngajak ngajak. Hahahaha...."


Nah disini kita jelasin, kenapa ada peribahasa "usia mati bagi manusia". 
Manusia kan hidup secara dinamis, ketika langkah mereka dah bener bener "got stuck" oleh. Nah disitu deh "they went static".
Mereka yang dah mumet sama hidup, dah mulai ngerti dan paham "kalo usia mereka yang udah segitu bukan saatnya untuk main main lagi" alias dah dapet sedikinya pecahan pemahaman tentang jati diri mereka sendiri dan awal pencarian makna hidup yang sesungguhnya. (baru puzzle aka spoiler)


Dari runtutan pembeberan di atas, bakal keliatan jelas banget. Mana gender yang lebih cepet dewasa. Yang mana anak anak!??
Nah..... Betul. Cewek yang lebih cepet matang. Kaya kata kata kolot dulu, sesuai perkembangannya, cewek bakal lebih cepet tumbuh dewasa. Bukan karena faktor umur, tapi berdasarkan instinct!


Kalo cowok, biasanya nih. Yang bikin cepat matang itu "tamparan" (bukan tamparan dalam arti harafiah yaaa).  Ini "tamparan" dalam makna hiperbolis yang tersirat (cieeeee ahahaha).
Bisa berupa kehilangan seseorang yang dicintai, loss financial atau bahkan kena hidayah/karma. Yang bakal ngerubah total cara pandang cowok tersebut terhadap hidup (including mindset-nya).

Perbedaan cewek dan cowok dalam tahapan "shocking therapy" alias cara mereka menghadapi Grief and Loss*, sangat berbeda. Memang, cewek dilahirkan untuk cepat menjadi dewasa dan paham hidup. Tapi, kekurangannya adalah, cewek sedewasa apapun tetaplah hanya "telur yang mudah pecah". It's fragile and easily broken into pieces (dust:lebay)
Lain halnya, reverse dengan cowok. Seberat apapun suatu kesedihan, cowok "terdesign" untuk lebih tegar dan juga lebih kuat. Sama seperti bola tenis yang dilempar ke dinding, selalu memantul. Over and over again!

Kembali lagi ke awal, untuk menjadi yang lebih baik atau lebih buruk. Masing-masing dari manusia "memiliki masa-nya sendiri". Jangan khawatir, kalo ada orang yang olok-olok kamu lebay, childish atau begundal. Ini hanya masalah waktu, manusia butuh proses..
Inget, kita hanyalah telur yang direbus oleh Tuhan.. Diangkat ketika matang..
(red:analogi, kok telur? ahahaha)






Bandung, 29 Mei 2020



Dibuat orisinal asli oleh Crazy Choco Berry
dengan bantuan inspirasi dari secangkir kopi pahit yang dingin.
(aslinya memang suka kopi pahit)











____________________________________________
Ket:
*Grief and Loss, Psychcentral (dicetuskan oleh Elisabeth Kubler-Ross di bukunya yang berjudul "On Death and Dying" (1969), tentang lima tahapan kesedihan normal yang dihadapi banyak orang, yaitu: 
1. Penolakan (denial) dan menarik diri;
2. Marah (anger);
3. Penawaran (bargaining);
4. Depresi (depression); dan
5. Penerimaan (acceptance).

No comments:

Post a Comment