Burung burung berkicau di luar, tapi tetep aja dengan posisi pintu pagar selalu tertutup 😞
Udah berapa bulan semenjak Corona melanda. Apa ada 2 bulan?
Lama lama gini terus, bosen juga kita diem di rumah ya.. Apa yang lain sama? Seems so hard to go outside nowadays.
Ditambah daerahku itu daerah rawan. Terakhir kali denger kata temen sih ada beberapa korban lagi yang positif di daerah sini.
Semenjak lebaran 24-25 Mei kemaren, sama sebelumnya. Orang orang masih banyak aja yang berkeliaran di luar. Alhasil, banyak sekarang korban Covid-19 nambah (harusnya yang nambah itu nasi Padang, bukan korban virus 😂😂)
Apa orang orang yang keluar itu jenuh diem aja di dalem rumah, lalu berontak?
Hard, sungguh hard.
Rabu, hmm...
Rabu ya.. tahnapa ku suka banget hari rabu akhir akhir ini, mungkin karena kesannya slow.. relaks..
Oiya kemarin kemarin ku ngecek astrologi, masih seputar Cancerian ♋
Ternyata emang ada juga zodiak yang ga cocok sama Cancer, dan bawaannya pasti selalu berantem. Emang gak selalu sih.
Tapi ya adu argumen lah minimal. Rata rata sih dari yang aku observasi emang begitu (walaupun ku ga terlalu percaya Astrologi) tapi the truth yaaa memang begitu.
Mau gimana lagiiii 😂
Kemaren kemaren ada adu argumen juga sama temen baru ku, hanya karena beda pendapat tentang definisi "taaruf". So far doi cowok, yela dia keukeuh kalo taaruf itu begini lah begitulah.
Standar dia banget kaya gimana.
Kesal juga ku (itu pas bulan puasa kemaren, tapi ku masih inget sampe sekarang)
Zodiak dia itu Aries, pantes aja.. bawaannya mau di adu terus (maap aries /wink)
Ku protect aja diriku, iya iyain. Suka suka kamu lah bebas, masuk kuping kiri keluar kuping kanan deh..ahahaha 😂😂
Dulu pernah, mantanku zodiaknya Aries. Ehh putus gara gara pemilu presiden, karena kami berseberangan. Beda jagoan.
Tapi, kalo ngga satu visi. Pasti selalu adu pendapat karena perbedaan, kecuali kalo dia nerima perbedaan itu.
Tapi bener deh serius,
beda visi itu ga enak apalagi kalo udah debat. Sama siapapun itu. Aku dulu banyak temen zaman zaman masih sekolah. Ya namanya juga masih kids, masih belum kenal sama yang namanya visi-prinsip. Jadi sama siapa aja ku temenin. Termasuk begundal begundal aku temenan juga ahahaha
Tapi makin ke sini, beneran lho asli. Temen temen ku makin surut, berjatuhan satu per satu. Apa karena dampak tereliminasi kali yaa..
Jadi gone forever one by one. Ah, udahlah. Let it be.
Memang seleksi alam ya toh..
Kita yang menjalani, toh alam yang mengeksekusi, Allah yang menentukan /nah
Beberapa sahabatku juga jatuh one by one. Gugur satu per satu (mengheningkan cipta, mulai /plak)
Gugur karena masalah less komunikasi, proud-issues atau bahkan sampai ke titik pelakor 😂 (nanti deh di kisahkan lagi tentang gimana di pelakorin sahabat sendiri)
Yang nyisa yaa, yang sekarang ini masih keep get-in-touch. Udah ter-debest lah itu.
Temen temen juga sama. Nah, karena temen kapasitasnya lebih jauh daripada sahabat. Sistemnya paketan.
Satu ngejauh, semua (yang satu paket) so pasti ikut ngejauh. Ya, begitulah temen, datang pas butuh aja. Ga butuh ya, abang ditinggal /cape
Mau gimana lagi, it's a life-circulation. Dan juga human (dasar hooman, kata si kucing)
Tapi lewat itu semua, setelah aku melewati masa masa "kritis" karena their true faces was revealing. Ada hal yang aku dapat, ga semua orang bisa ditemenin atau bahkan di ajak kerjasama. Karena pada dasarnya hidup itu bagi manusia, adalah seputar "kepentingan".
Ga ada kepentingan, ngapain datang?
Kira kira begitulah kalo di jabarin kalimat pendeknya 😂
Back lagi tentang pagar dan udara yang tadi pagi hangat. Ada sebuah miskonsepsi tentang hal ini, kaya semacam analogi tentang rasa: begitu kesepian di tengah keramaian. Paradox.
But, it's better to be alone. Than in a crowded, but you will always feeling so lonely. It's not good enough, dude.
Ga munafik lah ya, mending friend-less. Daripada punya banyak temen tapi ada butuhnya doang baru ngedeketin.
Well..
Seiring waktu berjalan, waktu lah yang bakal mendewasakan kita semua. Jangan khawatir Peeps, kegagalan kita di masa lalu. Ga ada yang sia sia kok. Ambil hikmah yang positif, jadiin acuan ke depannya untuk jadi jauh lebih baik lagi.
None of us has been failed, no worries 😆
No comments:
Post a Comment