Showing posts with label friday. Show all posts
Showing posts with label friday. Show all posts

Friday, December 1, 2023

Asmaul Husnaa

1) Ar-Rahman (The Most Merciful)
2) Ar-Rahim (The Most Compassionate)
3) Al-Malik (The King)
4) Al-Quddus (The Most Holy)
5) As-Salam (The Source of Peace)
6) Al-Mu’min (The Guardian of Faith)
7) Al-Muhaymin (The Protector)
8) Al-Aziz (The Almighty)
9) Al-Jabbar (The Compeller)
10) Al-Mutakabbir (The Majestic)
11) Al-Khaliq (The Creator)
12) Al-Bari’ (The Maker of Order)
13) Al-Musawwir (The Shaper of Beauty)
14) Al-Ghaffar (The Forgiving)
15) Al-Qahhar (The Subduer)
16) Al-Wahhab (The Bestower)
17) Ar-Razzaq (The Provider)
18) Al-Fattah (The Opener)
19) Al-‘Alim (The All-Knowing)
20) Al-Qabid (The Constrictor)
21) Al-Basit (The Reliever)
22) Al-Khafid (The Abaser)
23) Ar-Rafi’ (The Exalter)
24) Al-Mu’izz (The Bestower of Honors)
25) Al-Mudhill (The Humiliator)
26) As-Sami’ (The All-Hearing)
27) Al-Basir (The All-Seeing)
28) Al-Hakam (The Judge)
29) Al-‘Adl (The Just)
30) Al-Latif (The Subtle One)
31) Al-Khabir (The All-Aware)
32) Al-Halim (The Forbearing)
33) Al-‘Azim (The Magnificent)
34) Al-Ghafur (The Forgiver and Hider of Faults)
35) Ash-Shakur (The Rewarder of Thankfulness)
36) Al-‘Aliyy (The Highest)
37) Al-Kabir (The Greatest)
38) Al-Hafiz (The Preserver)
39) Al-Muqit (The Nourisher)
40) Al-Hasib (The Accounter)
41) Al-Jalil (The Mighty)
42) Al-Karim (The Generous)
43) Ar-Raqib (The Watchful)
44) Al-Mujib (The Responsive)
45) Al-Wasi’ (The All-Encompassing)
46) Al-Hakim (The Wise)
47) Al-Wadud (The Loving One)
48) Al-Majid (The Glorious)
49) Al-Ba’ith (The Resurrector)
50) Ash-Shahid (The Witness)
51) Al-Haqq (The Truth)
52) Al-Wakil (The Trustee)
53) Al-Qawiyy (The Possessor of All Strength)
54) Al-Matin (The Forceful One)
55) Al-Waliyy (The Governor)
56) Al-Hamid (The Praised One)
57) Al-Muhsi (The Appraiser)
58) Al-Mubdi’ (The Originator)
59) Al-Mu’id (The Restorer)
60) Al-Muhyi (The Giver of Life)
61) Al-Mumit (The Taker of Life)
62) Al-Hayy (The Ever Living)
63) Al-Qayyum (The Self-Existing One)
64) Al-Wajid (The Finder)
65) Al-Majid (The Glorious)
66) Al-Wahid (The Unique
67) As-Samad (The Eternal)
68) Al-Qadir (The All-Powerful)
69) Al-Muqtadir (The Dominant One)
70) Al-Muqaddim (The Expediter)
71) Al-Mu’akhkhir (The Delayer)
72) Al-Awwal (The First)
73) Al-Akhir (The Last)
74) Az-Zahir (The Manifest)
75) Al-Batin (The Hidden)
76) Al-Wali (The Patron)
77) Al-Muta’ali (The Most Exalted)
78) Al-Barr (The Source of Goodness)
79) At-Tawwab (The Acceptor of Repentance)
80) Al-Muntaqim (The Avenger)
81) Al-‘Afuww (The Pardoner)
82) Ar-Ra’uf (The Compassionate)
83) Malik al-Mulk (The Owner of All Sovereignty)
84) Thul-Jalali wal-Ikram (The Lord of Majesty and Bounty)
85) Al-Muqsit (The Equitable)
86) Al-Jami’ (The Gatherer)
87) Al-Ghaniyy (The Self-Sufficient)
88) Al-Mughni (The Bestower of Sufficiency)
89) Al-Mani’ (The Preventer)
90) Ad-Darr (The Distressor)
91) An-Nafi’ (The Propitious)
92) An-Nur (The Light)
93) Al-Hadi (The Guide)
94) Al-Badi’ (The Incomparable)
95) Al-Baqi (The Everlasting)
96) Al-Warith (The Inheritor)
97) Ar-Rashid (The Righteous Guide)
98) As-Sabur (The Patient One)
99) Al-Qayyam (The Self-Subsisting)

Friday, May 29, 2020

Classic but Mesmerizing

Halo Peeps!

Dari judulnya, kayaknya kita bahas sesuatu yang lamaaa dan old-school banget tuh. Apa yaaa...
Apa coba? Aku mau bahas seputar culture dikit nih sama tentang myth.


Ada yang tau tentang Bethari Durga?
Dulunya konon, namanya adalah Dewi Uma yang cantik jelita.
Aku lagi senang bahas dia, karena mungkin ada beberapa hal tentang diri yang memang aku banget. Ku dongengin dikit ya..
Pada suatu hari, Dewa Siwa sakit parah. Dia yang beristrikan wanita cantik bernama Dewi Uma, dan dia sangat mencintai istrinya. Begitupun sebaliknya.
Tapi ternyata, dia yang sakit parah itu ternyata boong (dewa aja bisa ya ngdrama, dewa zaman old /pokerface). Lagi mau nguji kesetiaan istrinya Dewi Uma. Nah terus...
Dewa Siwa bilang ke Dewi Uma, kalo mau sakitnya Dewa Siwa sembuh. Dia harus turun ke bumi, nyari susu sapi dari Sapi berbulu putih.
Terus Dewi Uma yang ngedenger hal itu, girang banget dia. Dengan polos, dia turunlah ke bumi.
Cari sapi berbulu putih polos kan bukan hal yang mudah ya. Tapi finally, Dewi Uma ketemu tuh sapi berbulu putih, yang kebetulan lagi di jaga sama seorang gembala.

Dan ternyataaa.... Gembala itu adalah jelmaan Dewa Siwa yang lagi nyamar (penjebakan ini -.-).
Terus Dewi Uma akhirnya nawar nawar tuh harga sapi dengan harga paling mahal dan tinggi, tapi keukeuh si gembala ini gamau jual sapinya (yaiyalah itu kan Dewa Siwa yang lagi drama)πŸ˜‚
Terus si gembala ini bilang ke Dewi Uma, dia bakal kasihin sapi nya ke Dewi Uma dengan satu syarat: Dewi Uma harus mau berhubungan seks sama si gembala.
Oooh jelaas. Mana maulah Dewi Uma selingkuhin Dewa Siwa dengan gitu gituan sama si gembala, tapi si gembala itu ngoceh terus. Dia bilang gini: Dewa Siwa lagi meregang nyawa, pilih dia selamat atau dia nemuin ajalnya.
Alhasil, Dewi Uma akhirnya kepaksa berhubungan seks sama si gembala ini. Setelah selesai mereka wikwik itu, tiba tiba aja si gembala revealing dirinya sendiri ke wujud awal yaitu Dewa Siwa. Kagetlah Dewi Uma, liat suaminya yang datang datang langsung ngamuk.
Dewa Siwa ngamuk karena dianggap Dewi Uma ga setia dan nyelingkuhin dia. /oke,huft
Terus di kutuknya Dewi Uma yang cantik jelita jadi Raksesi (raksasa cewek) yang bener bener buruk rupa sama berbau busuk.
Nangislah dan marah Dewi Uma.
Naaaah. Sampe situ, baru Dewi Uma disebut sebagai Bethari Durga.

Dari situuu, Bethari Durga bener bener benci sama Dewa Siwa tuh kan. Gara gara di jebak, di dramain /yela
Terus, ketemulah dia sama Nakula Sadewa, di ruwat deh tuh jadi kembali lagi lepas dari kutukan. Back ke wujud Dewi Uma yang cantik jelita.
Pas Bethari Durga udah back cantik lagi nih, eh Dewa Siwa minta balikan.
Ooohh nonono. Tidak bisaa Ferguso~

Singkat cerita, ga ada balikan lagi untuk kata Mantan πŸ˜‚πŸ˜‚

Telur isi dua kuning

Pagi Peeps..

Pagi gini sebelum matahari bener bener terbit, ku di kejutkan oleh hal yang bener bener langka. Aku tadi masak telur ceplok, tiba tiba pas aku pecahin telurnya. Dua kuning telur keluar dari satu telur tersebut alias kembar.
Aku kaget banget asli. Udah terlanjur di dalam tevlon, I have no choice untuk terus lanjutin masak telur tersebut.
Lalu pada akhirnya aku makan dengan takut takut.

Setelah beres, aku langsung cari artikel. Katanya, telur isi kembar itu kejadian yang luar biasa langka. Malahan ada mungkin kasus 1:1000.
Katanya sih, denger denger mitos. Itu telur bawa keberuntungan. Ya aminkan aja..hehe
Siapa tau nanti beranak kembar juga kan, who knows atau rezeki nya double double

Ngomong ngomong tentang anak kembar, lucu ya kayanya kalo punya anak kembar. 
But, seems like so hard to make itπŸ˜‚
Ada juga anak kembar lima, lebih berabe lagi itu. Kalo bandel, dikejar kejar paling di rantai satu satu /heh

Ambivalent Ideal, Observasi Asa (who knows)

Selamat malam teman-teman!




Apa kabarnya nih kalian Peeps? Piye kabare? Aku harap semua safe ya tetep diem ajah di rumah, sampe pandemi top markotop global ini bener bener stop forever (totally, we are so getting sick of this one..)


Berhubung ada satu topik yang memang based on myobservation (through experiences),
masalah percintaan nih.
Ada yang udah punya pacar? (ga nanya yang udah menikah lho ya)
Aku mau nanya nih, niat kalian pacaran itu apa sih?
Mungkin untuk kebanyakan cewek, selalu punya tujuan akhir. Yap! Pernikahan.
Buat sebagian lagi mungkin hanya ingin ambil have fun nya aja.
Untuk cowok, hal ini malahan menjadi kebalikan lho! Karena rata-rata, banyak sekali cowok
yang memang belum ingin berkomitmen ke hasil akhir (banyak faktor, seperti kematangan
emosional, kematangan finansial, strata dalam masyarakat, dan masih banyak hal yang lainnya)

Usia Cewek dan Cowok berdasarkan tingkat kematangan pada umumnya (sampe usia 25 ajah yaaa) :


CEWEK 17-25
Usia 17:
1. Selalu penasaran dan ingin mencoba hal baru
2. Innocence
3. Lagi seneng main main
4. Labil parah
Usia 18:
1. Mulai muncul sedikiiiiiiiittt kesadaran
2. Sejauh ini masih sama seperti usia 17
Usia 19:
1. Mulai pengen coba coba nakal (miras, dugem, sex, dll)
2. Ingin di akui eksistensinya
3. Punya banyak teman
Usia 20:
1. Terbiasa dengan keadaan nakal dan bandel sebelumnya
2. Masa bodoh terhadap sekitar
3. Lagi panas panasnya (if you know what i mean, :smirk:)
Usia 21:
1. Mulai tertampar sedikit
2. Mulai fokus
3. Masa pencarian jati diri
Usia 22:
1. Ideeem sama kaya usia 21
2. Terbersit masa depan
Usia 23:
1. Mulai mencari zona nyaman
2. Terbuka lebar pikirannya
3. Masih pencarian jati diri, dengan adanya kesadaran terhadap eksistensi diri
Usia 24: 
1. Berpikir untuk lebih serius menjalani kehidupan lagi, terutama masa depan
2. Cari-cari info tentang pernikahan, resep masak, kehidupan keluarga dan softskill lain yang berkaitan dengan "marriage"
3. Mulai berpikir, kalo nyaman bukanlah segalanya. Tapi relationship butuh juga kata "aman" dan juga "komitmen"
4. Batin tenang tapi pikiran gelisah
Usia 25:
1. "Mati" (nanti dijelasin di bawah )

Nah itu buat cewek, cuma sampe 25 aja dulu yaa... 
Kalo ada banyak requestan, nanti kita continue...
Let's get started sama yang cowok..


COWOK 17-25
Usia 17:
1. Usia penasaran
2. Fokus sama temen temen
3. Fokus hobby
Usia 18:
1. Fokus hobby
2. Penasaran terhadap cewek
3. Usia solidaritas nih!
Usia 19:
1. Lagi seneng senengnya nongkrong
2. Udah ga aneh sama miras atau rokok bahkan cewek
3. Nyobain semua (eksploring hal yang dilarang)
4. Usia kabur kaburan
Usia 20:
1. Mulai memperhatikan penampilan fisik
2. Minderan
3. Galau melanda
Usia 21:
1. Ga bisa diem
2. Hobi ngetrekin cewek atau "catcalling"in cewek
3. Lagi pengen di manja
Usia 22:
1. Puncak keegoisan dan keangkuhan
2. "Diam tertindas atau bangkit melawan" (ada yang tau semboyan apa nih hhe)
3. Banyak maunya
Usia 23:
1. "Berantem", setidaknya bikin dia paham arti dari baikan. At least, eeeh di ulang lagi. Sadarnya, tobat tobat sambel (jangan lupa kasih krupuk
2. Seneng eksploring tempat (jalan jalan atau juga ikutan touring
3. Bosenan
Usia 24:
1. Mulai terpikir sedikiiiiiit banget buat cari jati diri
2. Still nyantuy
3. Masih cari cewek dengan prinsip "yang penting enak.." Masih belum paham, mana nyaman dan mana aman.
Usia 25:
1. "Omae wa mou shindeiru, but, gue belum. Enak aja mati ngajak ngajak. Hahahaha...."


Nah disini kita jelasin, kenapa ada peribahasa "usia mati bagi manusia". 
Manusia kan hidup secara dinamis, ketika langkah mereka dah bener bener "got stuck" oleh. Nah disitu deh "they went static".
Mereka yang dah mumet sama hidup, dah mulai ngerti dan paham "kalo usia mereka yang udah segitu bukan saatnya untuk main main lagi" alias dah dapet sedikinya pecahan pemahaman tentang jati diri mereka sendiri dan awal pencarian makna hidup yang sesungguhnya. (baru puzzle aka spoiler)


Dari runtutan pembeberan di atas, bakal keliatan jelas banget. Mana gender yang lebih cepet dewasa. Yang mana anak anak!??
Nah..... Betul. Cewek yang lebih cepet matang. Kaya kata kata kolot dulu, sesuai perkembangannya, cewek bakal lebih cepet tumbuh dewasa. Bukan karena faktor umur, tapi berdasarkan instinct!


Kalo cowok, biasanya nih. Yang bikin cepat matang itu "tamparan" (bukan tamparan dalam arti harafiah yaaa).  Ini "tamparan" dalam makna hiperbolis yang tersirat (cieeeee ahahaha).
Bisa berupa kehilangan seseorang yang dicintai, loss financial atau bahkan kena hidayah/karma. Yang bakal ngerubah total cara pandang cowok tersebut terhadap hidup (including mindset-nya).

Perbedaan cewek dan cowok dalam tahapan "shocking therapy" alias cara mereka menghadapi Grief and Loss*, sangat berbeda. Memang, cewek dilahirkan untuk cepat menjadi dewasa dan paham hidup. Tapi, kekurangannya adalah, cewek sedewasa apapun tetaplah hanya "telur yang mudah pecah". It's fragile and easily broken into pieces (dust:lebay)
Lain halnya, reverse dengan cowok. Seberat apapun suatu kesedihan, cowok "terdesign" untuk lebih tegar dan juga lebih kuat. Sama seperti bola tenis yang dilempar ke dinding, selalu memantul. Over and over again!

Kembali lagi ke awal, untuk menjadi yang lebih baik atau lebih buruk. Masing-masing dari manusia "memiliki masa-nya sendiri". Jangan khawatir, kalo ada orang yang olok-olok kamu lebay, childish atau begundal. Ini hanya masalah waktu, manusia butuh proses..
Inget, kita hanyalah telur yang direbus oleh Tuhan.. Diangkat ketika matang..
(red:analogi, kok telur? ahahaha)






Bandung, 29 Mei 2020



Dibuat orisinal asli oleh Crazy Choco Berry
dengan bantuan inspirasi dari secangkir kopi pahit yang dingin.
(aslinya memang suka kopi pahit)











____________________________________________
Ket:
*Grief and Loss, Psychcentral (dicetuskan oleh Elisabeth Kubler-Ross di bukunya yang berjudul "On Death and Dying" (1969), tentang lima tahapan kesedihan normal yang dihadapi banyak orang, yaitu: 
1. Penolakan (denial) dan menarik diri;
2. Marah (anger);
3. Penawaran (bargaining);
4. Depresi (depression); dan
5. Penerimaan (acceptance).