"Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Kisah Mahabrata
Atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?"
Hi diary digitalku!
Aku dapet quotes dari teman aku, barusan aku cerita sedikit-sedikit sama dia, tentang susahnya dakwah. Aku kan join grup fesbuk ya, aku ngescroll terus atas bawah eh makin dilihat, full bikin emosi, pengen rasanya aku leave dari situ. Dan mengingat aku masih cari ilmu dan terus mengkaji hal yang harus aku kaji karena aku selalu ingin tahu dan penasaran jadi aku cerita ke dia. Alhamdulillah udah ngerasa jauh lebih tenang sih, lebih plong... lega. Dahlah, gak usah dipaksa juga mereka buat percaya apa yang aku percaya. Yang mau percaya syukur, yang enggak, bodo amatlah. Wong beberapa hari lalu, aku sempat di mute fesbuk gegara posting sesuatu tentang agamaku. Di anggapnya nganu kali ya.
Kalau dipikir-pikir, ada aja orang-orang yang nyinyir dan hina. Kebayang dulu dakwah zaman nabi, mainnya lebih buas daripada ini. Di lempar batu lah, disakiti, ada juga yang dibunuh karena dakwah... astaghfirullah..
Tapi aku gak akan berhenti dakwah kok, mulai dari yang kecil dulu. Gak peduli orang mau percaya atau enggak, mau ngedengerin apa enggak. Setidaknya aku udah speak up. Jihad dengan cara sesederhana ini.
Anyway...
Hidup memang panggung sandiwara, kek yang dinyanyiin sama teh Nicky Astria. Cuma sementara. Kalo di inget-inget kisah pertemanan dengan kawan-kawan dulu pun sama aja.. Hanya sekilas, gak pernah longlasting. Aku paham sih, semakin dewasa manusia, ya begitulah. Bakal nemu yang namanya kemunafikan dan kebohongan.
Pemahaman aku tentang hidup
1) gak perlu ngasih tau siapa diri kita, karena hal itu gak akan berguna untuk orang yang emang terlanjur gak suka atau benci
2) aku hidup dengan keyakinanku, asalkan gak jahat sama orang lain dan aku gak akan mau ikut campur atas urusan oranglain yang gak ada hubungannya denganku
3) surga belum tentu milikmu, dan nerakaku bukan urusanmu. Surga memang bukan milikku, tapi neraka juga belum tentu milikmu. Jadi, teruslah berbuat baik. Gitu aja
4) Allah maha kuasa atas segalanya. Dan maha pembolak-balikan hati juga. Aku gak mau berharap sama oranglain. Tapi aku akan berdoa sama Allah, semoga aku di masa depan bakal ketemu dengan orang-orang yang baik yang berjuang di jalan yang lurus. Semoga mereka semua di kasih hidayah nya
5) untuk diri aku sendiri, kalau aku suka sama sesuatu, bakal aku tekuni habis-habisan. Aku perjuangkan mati-matian.
6) wanita bakal jadi manly ketika ada cowok disekelilingnya feminim atau gak bisa di andalkan. Dan itu benar-benar terjadi sama aku. Aku paling kecewa dan gak suka ketika ada orang yang ga bisa di andalkan dengan ngomong janji-janji palsu.
7) ketika orang udah berkeluarga, lebih baik pergi dari rumah orangtua / rumah mertua. Bahkan, ketika suami kami bilang, orangtua/ibu ku baik; bakal sama aja karena konflik pasti bakal ada aja (khususnya cewek, ini based dari pengalaman orang-orang sekitarku ya).
8) doa restu ayah-ibu penting untuk aku, bahkan aku pernah give-up sama beberapa mantan aku karena mereka gak dapat restu dari orangtuaku. Untuk aku, aku senang banget ketika mereka ngedengerin orangtuaku dan anggap orangtuaku seperti orangtua dia sendiri
9) punya saudara kandung perempuan itu tantangan terbesar buat aku, terutama ketika mereka udah punya kehidupan sendiri, ego mereka bakal semakin besar. Dan impact besarnya bakal kerasa ketika kamu berada diposisi anak tengah, maju susah mundurpun kehambat. Lebih baik ketika posisi mereka udah jelas, tendang aja dari rumah (jangan bebanin orangtua)
10) aku memandang rendah laki-laki yang gak amanah. Yang kata-katanya gak bisa dipegang dan juga pelit (alias itungan), bukan dalam artian aku matre. Aku jujur, aku pegang prinsip patriarki, karena aku ngerasa cowok zaman sekarang harga dirinya udah bisa dibayar sama cewek. Laki-laki harus keliatan superior daripada perempuan, jangan lemah. (maaf-maaf aja untuk cowok, jangan ngerasa kesinggung)
11) aku paling benci sama orang, apalagi saudara kandung sendiri yang suka ungkit-ungkit uang atau warisan. Dan terlebih dia suka nyumpah serapah hal yang jelek untuk keluarganya sendiri.
12) aku pernah ada diposisi yang benar-benar terjebak, ketika ada orang yang ngatain "sesuatu" dan "nyuruh sesuatu", itu benar-benar aku lakuin. Aku tipe orang yang suka sengajain apa yang orang gak suka atau demand hal buruk. Jadi, aku kalau di real life, lebih suka action daripada ngomong terlalu banyak alias bacot
13) kalau punya anak, khususnya anak perempuan. Jangan di ajarin jadi dewasa sebelum usianya, contohnya; anak kelas 2-3 SD di ajarin untuk mengenal hal yang belum sepantasnya mereka tahu. Untuk aku, pendidikan anak buat beberapa hal ada yang harus di tabu kan. Aku orangnya konservatif. Ada hal lainnya, jangan juga mengatakan hal-hal negatif di depan anak-anak, karena mereka itu belajar dan bakal ngebentuk karakter yang buruk juga kek gitu. Misalkan, ada anak kecil, di pukul, di bentak dan di pijak-pijak. Kalau depan aku, ada anak yang di gituin, aku gak bisa tinggal diam sih. Pasti aku langsung cari orangtuanya, aku hajar habis-habisan. Aku paling benci kalau lihat ada orang khususnya anak kecil yang di dzalimi orangtuanya sendiri
14) hal yang bakal nolong kita pada akhirnya (tentang pekerjaan) pada akhirnya balik lagi ke hal yang kita senangi. Jadi jangan batasi kalo suatu hari kamu punya anak, kamu paksain dia sekolah/kuliah jurusan yang dia gak senang/gak nyaman. Sesuatu hal yang dipaksakan itu gak baik. Adalagi, kerjaan kamu rata-rata bakal terbanding berbalik dengan apa yang kamu udah pelajari (meskipun gak semua kek begitu, tapi yang namanya juga hidup; kita ngerencanain, tetep aja nasib kita ada ditangan Tuhan)
15) teman yang bener itu, bukan teman yang suka komplain. Tapi teman yang ngedukung. Dan ketika bahkan aku salah, dia bakal cari cara yang tepat untuk menyadarkan aku. Bukan malah menghakimi. Aku udah lepas beberapa macam teman aku yang begitu, mereka terlihat "alim" sih ya dari luar. Tapi ya isinya bejat. Sorry to say.. contoh; mereka gak ngebolehin aku untuk merokok tapi merekanya sendiri dulu "ngelakuin hal yang gak senonoh" sama pacar mereka. Kan munafik..
16) life skill untuk bisnis itu perlu. Kek semacam seni rupa, seni musik, kemampuan masak sampe kemampuan bikin perabotan. Percaya deh..suatu saat skill itu bakal beneran nolong kamu
17) kalo pacaran, lihat cara mereka memperlakukan kita didepan oranglain. Aku trauma sama orang yang suka ngebentak-bentak pasangannya depan orang lain. Pertama, malu karena ngerasa diri ini gak berharga di hadapan oranglain. Kedua, malu karena value dan kualitas pasangan kita jadi kelihatan jelek banget. Dan ketiga, kek orang yang gak beretika dan berpendidikan..
18) kalo jogging, jangan di rencanain. Biasanya suka gak jadi, asli.. mending dadakan, kek tahu bulat yekan
19) ng-organize dan listing barang itu bikin gampang ingat. Cara aku inget sesuatu, pasti aku list dulu. Aku tipe orangnya suka lupaan
20) belajar bahasa lain, mendingan belajar dari game. Langsung nyampe, ditambah kalo kamu belajar lewat lagu dan juga film (bahasa asli +pake subtitle nya English)
21) cowok yang salah, ketika mereka putus cinta atau kecewa. Pasti mereka ngejelek-jelekin pasangannya ke banyak orang (gibah) atau bongkar aib yang dulu-dulu
22) aku punya teman SMA dulunya nih, masih inget aku. Dia orangnya suka iri, keknya masih satu gang sama geng gibah lainnya. Orang tipe kek gini, biasanya baik-baikin di depan. Pas kamu gak ada, pasti kamu digibahin. Ini bentuk lain dari orang munafik..
23) kalo kamu cewek, dan orangtua kamu mau manggil pacar kamu buat "interogasi". Coba lihat cara cowok kamu ngejawab pertanyaan, dari situ bisa kelihatan dia udah mantap apa belum sama kamu
24) jadi anak kedua (mid child), adalah hal yang "salah". Karena ketika kamu tau maksud aku, kamu bakal ngerti. Mau punya responsibility atau nagih tanggung jawab (pengen dipercaya), eh kamu bakal ditekan habis-habisan sama ortumu. Ketika kamu masa bodoh, kamu dianggap anak yang gak berguna. Tapi juga kamu bakal dibanding-bandingkan sama kakakmu atau anak tetangga yang lain. Buntutnya kehadiranmu gak bakal dianggap ada, semacam makhluk gaib aja di dalam rumah. Ketika kamu nuntut kasih sayang dan cinta dari orangtua kamu, eh disitu ada anak terakhir hahaha dimana anak terakhir bakal banyak play victim dan nagih-nagih perhatian dari ortumu begitupun juga dengan anak pertama. Ini bakal jadi disaster ketika kamu punya anak yang rata-rata semua anak perempuan. Aku masih figur it out, ilmu tentang keadilan khususnya dalam hal ini
25) orangtua yang tulus bakal selalu rela kelaparan demi anaknya, supaya anaknya bisa sehat dan makan enak. Bukan hanya di early tapi juga ketika mereka udah jadi renta. Ini ilmu banget buat aku, bahwa sacrifice is real
26) Tuhan itu maha pemaaf, ada beberapa sifat pemaaf didalam manusia juga, tapi gak semua hal bisa dimaafkan. Jadi, jangan seenaknya. Buat aku, sekali aku gak suka, aku bakal longlasting benci sama orang. Dan aku bukan tipikal yang munafik, yang bisa hahah heheh (senyum) di depan orang yang aku gak suka. Aku biasanya otomatis tunjukkin rasa gak suka aku didepan mereka
27) ketika ada hal yang gak disukai/dibenci dipaksakan, jadinya bakal gak bener, berlaku untuk semua hal didunia ini. Ini terjadi banget ketika aku ngajar anak yang emang gak niat belajar. Jadinya chaos
28) aku percaya karma itu ada. Lakukan yang baik, hasilnya akan baik. Aku juga percaya karma cross-line juga berlaku. Dari blood line juga bisa terjadi, karma dari orangtua bakal jatuh pula ke anak. Aku kasih contoh sederhana ya. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Like mom like son. Ketika ibu kamu banyak nolak cowok zaman dia muda, ini bakal kejadian pula sama keturunan nya. Mau itu kebalikannya malah kehambat pasangannya (reverse impact) atau bahkan mengalami hal yang sama. Jadi, mumpung karma itu masih berlanjut. Mending langsung putus perkembangannya, karena kita masih bisa mengendalikan "siklus" ini. Trust me
29)
30)
No comments:
Post a Comment