Wednesday, November 22, 2023

[Review Game] The Ants Underground Kingdom Indonesia

Semut semut kecil saya mau tanya.. apakah kamu di dalam sana, tidak takut cacing?


Dari judul di atas, namanya juga udah The Ants Underground Kingdom ya pasti isinya ini game yaitu semut. Betul sekali 🤣 Si aku udah main game ini selamat kurang lebih 2 tahunan kira kira. Pertama kali main game ini, asli blah bloh. Secara, baru kali ini main game strategy. Modelan Cash of Clans lagi.

Nama Game: The Ants Underground Kingdom 
Developers: StarUnion, StarUnion Interactive Entertainment Technology Co. Ltd.
Publishers: StarUnion, StarUnion Interactive Entertainment Technology Co. Ltd.
Genres: Strategy game, Strategy Video Game
Platforms: Android, Microsoft Windows, iOS
Publisher Country: Chengdu, Sichuan, China
Country Release Date: 2021/04/23
Worldwide Release Date: 2021/04/23
Minimum OS Version: Android 4.4 and up 
File Size: 79 MB (Varies with device)
Top In-App Purchases$0.99 - $99.99 per item


Banyak banget info tentang per-hewanan khususnya semut. Dari mulai jenis-jenis semut yang rare alias langka hingga sistem duel-queen (yang beneran ada di kisah persemutan real).
Jadi gini loh, sehari harinya kita di haruskan login (ya biasalah ngambil rewards). Nanti kita bisa dapat telur gratis (golden, advance dan normal), ada juga resources gratis dan bisa fighting server vs server (task server dalam satu minggu itu beda-beda). Biasanya orang sih ngumpulin resources/telur dan bakal upgrade sesuatu pas udah waktu task nya di mulai, jadi dapat hadiahnya berlipat ganda 😋

Aku mau bahas tentang keluh kesah main game ini dari awal-awal yaa..

Sejauh yang aku main sekarang, aku main ada sekitar satu kali pindah server. Server pertama aku, aku tinggalin gegara ikutan kawan pindah server. Banyak kenangan di server lama sih, aku kenal beberapa teman baik dari sana. Tapi sayang, pada quit game. Alasannya banyak sih, dari mulai war ketikan di season chat, trauma, cape dan pengen fokus di real life (emang bener sih ini game banyak menyita waktu, abisnya grinding terus tiap hari. Ora grinding ora setrong).

Ada satu teman aku, dari server lama. Dia orang Ukraina. Tau kan Ukraina akhir-akhir ini war apa siapa? Nah dia lagi ada di situasi war, dan katanya sih dia datang ke game ini mau cari hal yang bisa mengalihkan perhatian dia biar gak terlalu stress di real life. Tapi ya, namanya juga game. Beberapa akun farm dan akun utama dia di serang orang, terus otomatis kan ya resources dia amblas bablas. Ya akhirnya dia ngadu ke zona chat, bilang "dah ah aku cape, kesini aku kira seneng eh gataunya tambah bikin stress".
Sayang banget sih, dia salah satu teman baik aku. Sering bercanda bareng. Tapi ya mau gimana lagi, aku harap dia baik baik aja sih disana ;-;

Adapula kisah di server sebelumnya, aku ketemu sama seorang cowok, dia baik banget. Tiap hari ingatin aku ini dan itu, terus nyuruh aku tidur kalau enggak nanti dia ngambek sama aku. So sweet sih, tapi ya buntutnya dia quit. Alasannya dia mau fokus real, dan cape sama orang-orang yang suka ledekin dia dengan ngomong kata-kata kotor. Aku sih biasanya hadapin orang yang begitu, langsung aku block. Mikirnya sih, gak ada orang yang bisa melukai hati aku, kecuali aku izinin dia lukain hatiku. Tergantung juga sama orangnya ya..
Contoh lain, ada teman yang pernah dekat sama aku. Dia pernah bilang tentang kultur budaya aku yang terlalu nurut sama orangtua lah ini lah itu lah. Kesal sih sebenarnya main komentar, terkadang orang dari negara lain suka ngomong tanpa dipikir. Bukannya bermaksud rasis ya. Tapi aku sebagai orang Asia, rasanya muak sama orang terlebih kalau dia kurang etika (setidaknya ngehargain).
Beberapa orang-orang aneh juga muncul, entah mereka bocil atau emang beneran dewasa. Sering kali main sikut, ngomong pake keyboard warrior (tapi masih mending sih, aku main di game Mafia City drama nya lebih horror daripada yang ini. Untung main sebentar itu Mafia City. Banyak hidung belangnya).
Rata-rata orang yang main game ini, bakal lebih banyak bertahan kalau ada teman main. Soalnya ada yang semangatin. Rasanya sama aja sih sama semua game; ada temen bareng, bisa mabar bareng. Iya gak sih?

Ini game gak disarankan buat f2p alias free to play. Soalnya banyak banget item yang keknya harus banget dipunya. Semacam skin atau beli item atau bahkan minimal ganti profil picture (aku contohnya, ganti profil picture doang cuma $1 doang). Ada sih satu yang aku sayangkan, aku punya beberapa teman dulu, nah mereka kan para sultan (rajin banget jajan). Akun nya aja udah strong, intinya mentereng. Eh tapi quit game. Sayang sih, alasannya bosen, muak dll. Ada juga yang akun nya di jual. Tapi yang namanya hidup, hidup gak hanya terus berkeliling di dalam game yekan. Life must go on. Ada yang lebih penting daripada game, diri dan keluarga yang harus di urus.

Satu hal yang agak gelay dari game ini, aku dulu pernah di report orang gegara di tuduh nyebarin game lain (fyi, rules di dalam game ini, adalah TIDAK BOLEH PROMOSI GAME LAIN). Aku sih ngakak, nyebarin game lain enggak. Aku dulu cuma pernah ngobrol seputar game lain (mobile legend). Dari situ kena report, akun aku kena mute. Sampai aku ajuin banding ke official nya. Sigh...

Nah lanjut ya aku cerita, aku pindah ke server baru. Dan ceritanya saat saat sekarang lagi masa-masa event. Ada event namanya Lost Island. Di event ini aliansi yang mendaftar harus memperebutkan pohon, dan peserta dalam satu kali putaran ada 5-6 aliansi (waktu event ada sekitar 1 bulanan).
Aliansi aku nerima member ya ceritanya. Mereka datang dari server lain, rata-rata orang Indonesia. Disini lah masalah dimulai..
Jadi aliansi ku itu sebelumnya pernah ketemu sama sebuah aliansi di Lost Island sebelumnya. Dan kali ini kita ketemu lagi sama aliansi tersebut. Secara otomatis, mereka dan kami ada semacam rasa "ketegangan" karena sebelumnya kami itu opponent. Tapi kami coba untuk berinteraksi dan ngajakin berkawan cari geng, nyatanya gak berhasil bujuk dan ditanggapi dingin sama mereka. Akhirnya kami ngajak aliansi lain untuk ngegeng. Dan aliansi-aliansi tersebut ternyata musuh dari member geng kami yang baru ini.

Dari sini lah, orang-orang indo itu ngedumel terus ngomong kotor dan kasar. Biasa lah ya, keyboard warrior. Dan ironisnya lagi, ketika mereka yang spender (sultan) kembali ke server kami (waktu Lost Island selesai). Mereka manfaatkan kesempatan ini untuk ambil alih War Of King, dan mereka dapatkan buff bagus. Tapi sebagai gantinya, karena mereka keki dan gak suka sama officer aliansi kami, mereka orangnya dendaman, alhasil kami di kasih debuff (depowerisasi untuk bikin pergerakan kita mati).
Akhir kata, setidaknya sekarang aku tahu. Lebih jahat orang dari bangsa sendiri yang baru masuk ketimbang kawan yang udah lama aku kenal. Soalnya dari awal mereka masuk ke aliansi ku juga, aku udah gak respect. Mereka aja gak ada sopan santunnya sama kami. Aku malu sendiri sih sama leader dan officers aliansiku. Ciri ciri dasar orang yang bakal bikin masalah, coba dilihat dari first impression. Biasanya sih langsung kelihatan sifat-sifat aslinya.
Biasanya, orang-orang indo ini bercampur pengen bareng sama sesama orang indo lagi mainnya. Aku gak tahu kenapa mereka begitu. Minta kontak Instagram/Whatsapp buat mutualan terus masukin ke grup Whatsapp. Buat aku sih, Whatsapp khusus kontak yang benar-benar urgent. Dulu sih iya, sebelum aku menyadari kalau ada kontak lain kek discord yang biasa di pakai sama gamers. 

Oh iya, kalau aku pribadi sih untuk seputar teman di game ini, aku lebih suka aliansi atau teman-teman yang heterogen. Serunya, bisa tukar culture dan bahasa. Dan aku juga bisa belajar lebih banyak lagi tentang banyak bahasa 😅 jujur game ini adalah salah satu pengalaman baru, karena dulu aku biasa main game RPG atau game model barbie-barbiean wkwk

Aku mau ingetin satu hal sih, setiap main game, game apapun itu (ketika masuk ke dalam sebuah game, yang notabene ada chatbox-nya) pasti dari situ juga masalah/drama akan muncul. Jadi ya, aware aja untuk hal itu. Jangan terlalu percaya sama orang-orang didalam game, kecuali kalian udah langsung ketemu dan tau latar belakang mereka seperti apa. Jadi tetap berhati-hati ya peeps!

No comments:

Post a Comment